Senin, 10 Februari 2014

LUMPUR “LAPINDO” PENYEBAB HILANGNYA MAJAPAHIT

TEMUAN ILMIAH: LUMPUR “LAPINDO” PENYEBAB HILANGNYA MAJAPAHIT


Menurut Kitab Pararaton yang diterjemahkan Brandes (1896) pada tahun 1296 Caka atau 1374 Masehi telah terjadi sebuah bencana bernama “Pagunung nyar” yang memundurkan peradaban Majapahit, kerajaan Nusantara terbesar. Apakah karena bencana Pagunung Anyar? Seperti ditafsirkan erupsi gunung lumpur ala semburan LuSi (Lumpur Sidoarjo).

Catatan didasarkan dari mempelajari buku-buku sejarah, geologi, dan folklore yang berselang lebih dari 100 tahun penerbitannya. Dimulai dari Daldjoeni (1984, 1992) “Geografi Kesejarahan”, lalu bersambung ke depan dan ke belakang menuju Purwadi (2001) “Babad Tanah Jawi : Menelusuri Jejak Konflik”, Slamet Muljana (1968, 2005) “Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara”, Slamet Muljana (1965, 2005) “Menuju Puncak Kemegahan (Sejarah Kerajaan Majapahit)”, Denys Lombard (1990) “Le Carrefour Javanais”, James Nash (1932), “Enige voorlopige opmerkingen omtrent de hydrogeologie der Brantas vlakte – Handelingen van 6de Ned. Indische Natuur Wetenschappelijke Congres”, H.J. de Graaf (1949) “de Geschiedenis van Indonesie”, J. Brandes (1896) “Pararaton (Ken Arok) of het Boek der Koningen van Tumapel en van Majapahit”, buku2 geologi karya Duyfjes (1936-1938) untuk pemetaan wilayah Kendeng bagian timur (“Zur geologie und stratigraphie des Kendenggebietes zwischen Trinil und Soerabaja” dan “Toelichting bij blad 115,109, 110, 116), juga karya masterpiece van Bemmelen (1949, 1972) “The Geology of Indonesia”, dan buku folklore karya James Danandjaja (1984) “ Folklor Indonesia: Ilmu gossip, dongeng, dan lain2”.

Dari penelusuran buku-buku di atas  terbawa ke pemikiran bahwa selain oleh alasan politik, kemunduran Majapahit mungkin diakibatkan deformasi Delta Brantas akibat rentetan erupsi gunung lumpur Jombang-Mojokerto-Bangsal pada kawasan sepanjang 25 km.

Diawali dari gunung yang dikeramatkan oleh penduduk dan tokoh-tokoh Majapahit sejak Mpu Sindok, Erlangga, dan para pengikutnya yaitu Gunung Penanggungan. Gunung Penanggungan, sebuah gunung setinggi 1659 meter di utara Gunung Arjuno-Welirang adalah gunung paling dekat ke lokasi semburan LuSi. Gunung ini terletak di sebelah selatan Sungai Porong dan masih ke sebelah selatan dari Gawir Watukosek, sebuah gawir sesar hasil deformasi Sesar Watukosek yang juga membelokkan Sungai Porong, melalui titik-titik semburan lumpur panas termasuk LuSi, juga melalui gunung-gunung lumpur di sekitar Surabaya dan Bangkalan, Madura.

Dalam sejarah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Gunung Penanggungan adalah sebuah gunung yang penting (Daldjoeni, 1984; Lombard, 1990). Kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Jawa Timur, selain berurat nadi Sungai Brantas, kerajaan-kerajaan itu mengelilingi Gunung Penanggungan, misalnya Kahuripan, Jenggala, Daha, Majapahit dan Tumapel (Singhasari).

Daerah genangan LuSi sekarang, dulunya adalah wilayah Medang atau Kahuripan sejaman Mpu Sindok dan Erlangga,  juga termasuk ke dalam wilayah Majapahit. Setiap kali ada kekacauan di wilaya kerajaan-kerajaan tersebut maka Gunung Penanggungan dijadikan ajang strategi perang. Erlangga pun pada saat pengungsian dari serangan Worawari tahun 1016 yang menewaskan Dharmawangsa mertuanya (Maha Pralaya), bersembunyi di Penanggungan sambil memandang ke utara menuju lembah Porong dan Brantas memikirkan bagaimana membangun kerajaannya yang baru. Penanggungan pun dijadikan tempat2 untuk memuliakan tokoh-tokoh kerajaan. Di lereng timur gunung ini dibelahan terdapat makam Erlangga, makam Sindok di Betra dan makam ayah Erlangga di Jalatunda. Di Penanggungan pun terdapat ratusan candi, yang saat ini tidak terawat. Makam-makan yang dikeramatkan ditemukan penduduk Penanggungan pada awal abad ke-20 setelah berates-ratus tahun terkubur, saat mereka membakar gelagah yang menutupinya untuk keperluan pembuatan pupuk.

Dari Gunung Penanggungan ke lembah dan delta Brantas pemandangannya permai dan subur lahannya, sehingga banyak kerajaan didirikan di dataran Brantas. Menurut Nash (1932) – “hydrogeologie der Brantas vlakte”, Delta Brantas terbentuk berabad-abad lamanya; dan peranannya penting di dalam percaturan politik kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Jawa Timur. Kemajuan dan kemunduran kerajaan2 ini kelihatannya banyak dipengaruhi oleh segala yang terjadi di Delta Brantas.

Menurut penelitian Nash pada tahun 1930, tanah Delta Brantas itu tidak stabil karena di bawahnya masih terus saja bergerak tujuh jajaran antiklin sebagai sambungan ujung Pegunungan Kendeng yang mengarah ke Selat Madura. Misalnya, pernah terjadi kenaikan tanah di sekitar sambungan (muara) Kali Brantas dengan Kali Mas; palung sungai bergeser ke kiri sehingga airnya mengalir ke barat. Setelah mengisi ledokan yang dinamai Kedunglidah (di sebelah barat Surabaya sekarang), kemudian mengalir menuju laut dan bermuara di dekat Gresik. Menurut catatan sejarah, Kedunglidah itu masih ada pada tahun 1838.

Denys Lombard, ahli sejarah berkebangsaan Prancis yang menulis tiga volume tebal buku sejarah Jawa tahun 1990 “Le Carrefour Javanais – Essai d’Histoire Globale” (sudah diterjemahkan oleh Gramedia sejak 1996 dan cetakan ketiganya diterbitkan Maret 2005) menulis tentang “Prasasti Kelagyan” jaman Erlangga bercandra sengkala 959 Caka (1037 M). Kelagyan adalah nama desa Kelagen sekarang di utara Kali Porong. Prasasti Kelagyan mmenceritakan bahwa pada suatu hari sungai Brantas yang semula mengalir ke utara tiba-tiba mengalir ke timur memutuskan hubungan negeri Jenggala dengan laut, merusak tanaman dan menggenangi rumah-rumah penduduk. Erlangga bertindak dengan membangun bendungan besar di Waringin Pitu dan memaksa sungai kembali mengalir ke utara. Mungkin, inilah yang disebut sebagai bencana “Banyu Pindah” dalam buku Pararaton.

Bencana seperti ini kelihatannya terjadi berulang-ulang, bencana yang sama dicatat di dalam buku Pararaton terjadi lagi tahun 1256 Caka (1334 M) di era Majapahit.

Sejak jaman Kerajaan Medang abad ke-9 dan 10, Delta Brantas yang dibentuk dua sungai (Kali Mas dan Kali Porong) diolah dengan baik, muara Brantas dijadikan pelabuhan untuk perdagangan (Pelabuhan Hujung Galuh). Ibukota kerajaan didirikan dan dinamakan Kahuripan yang letaknya di dekat desa Tulangan, utara Kali Porong, di sebelah barat Tanggulangin, di dalam wilayah Kabupaten Sidoarjo sekarang (sekitar 10 km ke sebelah utara baratlaut dari lokasi semburan LuSi sekarang). Setelah kerajaan Erlangga pecah menjadi dua pada abad ke-11, yaitu Panjalu (Kediri) dan Jenggala (Kahuripan), dan Kahuripan mundur lalu dianeksasi Kediri, pelabuhan dari Brantas ditarik ke pedalaman di Canggu, dekat Mojokerto sekarang. Kemudian, Kediri digantikan Singhasari, lalu akhirnya Kerajaan Majapahit pada tahun 1293 M, pusat kerajaan kembali mendekati laut di Delta Brantas, sehingga Majapahit menjadi kerajaan yang menguasai maritim.

Daldjoeni (1984) menulis bahwa mulai mundurnya Majapahit pada akhir tahun 1300-an mungkin bukan hanya karena sepeninggal patih Gajah Mada (1364 M) atau Raja Hayam Wuruk (1389 M), tetapi juga dapat dihubungkan dengan mundurnya fungsi delta Brantas yang didahului rentetan bencana geomorfologis yang dalam buku-buku sejarah kini tidak pernah ditulis. Namun, sebagai gejala alami, kitab Pararaton mencatat hal-hal yang menarik. Menurut Prof. Slamet Muljana ditulis pada tahun 1613 M. Kitab Pararaton menceritakan kronik Singhasari sejak Ken Arok sampai habisnya Kerajaan Majapahit. Pararaton adalah sumber sejarah penting Majapahit di samping Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca (sejaman dengan Gajah Mada).

Dalam hubungan dengan kemunduran Majapahit, kitab Pararaton mencatat (Brandes, 1896: “Pararaton” terbit lagi tahun 1920 setelah diedit oleh N.J. Krom) :
  • Bencana yang dalam kitab Pararaton disebut “BANYU PINDAH” (terjadi tahun 1256 Caka atau 1334 M);
  • Bencana yang dalam kitab Pararaton disebut “PAGUNUNG ANYAR” (terjadi tahun 1296 Caka atau 1374 M).
Secara harafiah artinya Banyu Pindah=Air Pindah, Pagunung Anyar = Gunung Baru. Penelitian selanjutnya (Nash, 1932) telah menemukan bukti-bukti bahwa telah terjadi berbagai deformasi tanah yang pangkalnya dari bukit-bukit Tunggorono di sebelah selatan kota Jombang sekarang, kemudian menjalar ke timurlaut ke Jombatan dan Segunung. Akhirnya gerakan deformasi tersebut mengenai lokasi pelabuhan Canggu di sekitar Mojokerto sekarang, lalu makin ke timur menuju Bangsal (sekitar 25 km di sebelah barat lokasi semburan LuSi sekarang). Di dekat Bangsal ada sebuah desa yang namanya GUNUNG ANYAR. Begitu juga di tempat pangkal bencana terjadi di selatan Jombang ada nama desa serupa yaitu DENANYAR yang semula bernama REDIANYAR yang berarti gunung baru. Nama GUNUNG ANYAR juga dipakai sebagai nama sebuah kawasan di dekat Surabaya yang sekarang terkenal berhubungan dengan kasus semburan LuSi sebab ternyata GUNUNG ANYAR adalah sebuah mud volcano yang membentuk kelurusan dengan LuSi.

Apakah bencana alam yang memundurkan era keemasan Majapahit yang dalam kitab Pararaton disebut bencana “Pagunung Anyar” adalah bencana-bencana terjadinya erupsi jalur gunung lumpur dari selatan Jombang-Mojokerto-Bangsal? Jalur itu membentuk jarak sepanjang sekitar 25 km. Kalau erupsi semua gunung lumpur itu sedahsyat seperti semburan LuSi sekarang, maka bisa dibayangkan bagaimana terganggunya kehidupan di Majapahit pada pada awal tahun 1400-an. Bencana fatal mungkin terjadi karena rusaknya pelabuhan Canggu di dekat Mojokerto, sehingga Majapahit (yang merupakan kerajaan maritime) menjadi terisolir dan perekonomiannya mundur. Masa itu sungai Canggu di Mojokerto masih bisa dilayari dari laut sekitar Surabaya (sekarang). Keruntuhan perekonomian mendorong alasan utama pergolakan politik antar saudara akibat saling berebut harta warisan sebagai sesuatu pemikiran yang lazim hingga hari ini.

Secara geologi, Jalur Jombang-Mojokerto-Bangsal adalah masih di dalam Jalur Kendeng, sejalur dengan lokasi semburan LuSi, masih di dalam wilayah bersedimentasi labil dan tertekan (elisional), yang menurut Nash (1932) di bawahnya dari selatan ke utara ada jajaran antiklin Jombang, antiklin Nunung-Ngoro, dan antiklin Ngelom-Watudakon yang terus bergerak yang menyebabkan Delta Brantas tidak stabil. Aktivitas deformasi di bagian timur Kendeng ini secara detail digambarkan oleh Duyfjes (1936) yang memetakan lembar peta 109 (Lamongan), 110 (Mojokerto), 115 (Surabaya), dan 116 (Sidoarjo) pada skala 1 : 100.000.

Dikutip dari buku van Bemmelen (1949) yang juga mengatakan bahwa secara struktural deformasi di wilayah Kendeng bagian timur ini terjadi melalui gravitational tectogenesis sebab geosinklin Kendeng timur-Madura Strait masih sedang menurun. Kondisi elisional semacam ini tentu memudahkan piercement structures seperti mud volcano eruption. Dari geosinklin menjadi antiklinorium jelas melibatkan sebuah sistem elisional.

Sepeninggal Hayam Wuruk, raja-raja Majapahit kurang cakap memimpin negara, banyak perang saudara, seperti Paregreg, yang melemahkan negara sampai akhirnya Majapahit runtuh pada tahun 1527 M saat diserang kerajaan Islam pertama di Jawa Demak. Suksesi tidak berjalan dengan baik. One-man show mendominasi pemerintahan selama Gajah Mada dan Hayam Wuruk, tak ada regenerasi ke penerusnya. Sepeninggal pasangan Gajah Mada-Hayam Wuruk, negara melemah. Tetapi catatan tak tertulis di buku sejarah, kecuali tersirat di kitab Pararaton beserta kondisi geologis-geomorfologis Delta Brantas menunjukkan, bahwa bencana alam erupsi gununglumpur ala semburan LuSi pernah terjadi dan patut diperhitungkan sebagai kemungkinan  penyebab  kemunduran Majapahit.

Cerita rakyat atau dongeng Jawa Timur “Timun Masberasal dari sekitar masa kejayaan Kahuripan di Delta Brantas sekitar abad ke-11 (James Danandjaja, 1984: “Folklor Indonesia”). Kemunculan raksasa yang selalu disertai gempa, garam yang dilempar Timun Mas yang menjadi lautan dan terasi yang dilempar Timun Mas yang menjadi lumpur panas yang akhirnya menenggelamkan sang raksasa, secara samar menggambarkan kondisi bagaimana kalau sebuah mud volcano ala LuSi meletus. Kita melihatnya sekarang, lumpur panas dan genangan seperti laut dengan air asin menengelamkan desa-desa Sidoarjo yang dulunya adalah wilayah Kahuripan. Apakah dongeng Timun Mas sebenarnya menggambarkan bahwa dulu pun kasus seperti LuSi pernah terjadi? Berdasarkan penelusuran buku-buku sejarah, geologi, dan folklore Timun Mas rasanya memungkinkan mud vulkano benar terjadi.

Apakah bencana LuSi sekarang akan memundurkan Jawa Timur atau bahkan Indonesia? Sekitar 500-600 tahun yang lalu mungkin hal yang sama telah terjadi terhadap Majapahit! Setelah lima ratus tahun kemudian, seharusnya Indonesia tak semudah itu hancur diterjang bencana LuSi bukan? Tetapi mungkin ini suatu tanda agar kita mawas diri dan lebih bijak  dalam bernegara, belajar dari pengalaman sejarah keruntuhan Majapahit. Walahualam.

60 RIBU AGEN INTELIJEN ASING BEROPERASI DI INDONESI

DISINYALIR ADA 60 RIBU AGEN INTELIJEN ASING BEROPERASI DI INDONESI

Kemenhan RI: Boleh Jadi Jumlah Intel Asing Memang 60 Ribu Orang


Pernyataan mantan kepala staf TNI Angkatan Darat (AD) Jendral (purn) Ryamizard Ryacudu beberapa tahun lalu soal adanya 60 ribu agen asing di Indonesia mendapat konfirmasi pemerintah. Staf Ahli Menteri Pertahanan Mayjen TNI Hartind Asrin menjelaskan, meski pernyataan tersebut hanya berbentuk opini publik, namun bukan berarti data itu tidak valid. "Boleh jadi jumlah mereka mencapai angka tersebut. Kita semua harus waspada," ujar Ryamizard, Senin, 27 Mei 2013.

Untuk penanganan intel tersebut, Hartind menegaskan, 'bola' ada di tangan Badan Intelijen Nasional (BIN). Sedangkan, pemerintah hanya sebatas membuat kebijakan. Tidak hanya itu, dia menjelaskan, media juga bisa berperan untuk membantu pengungkapan keberadaan agen asing ini. Menurutnya, mereka menggunakan beragam profesi seperti wartawan, peneliti, pejabat hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Direktur kontra terorisme dan sparatisme, Pusat HAM Islam Indonesia (PUSHAMI), Muhammad Yusuf Sembiring, SH, MH menyatakan sudah sejak lama Indonesia jadi target asing untuk dikuasai. Maka tak heran jika puluhan ribu intelijen asing ada di negeri ini. Yusuf juga mengingatkan, dampak operasi intelijen asing begitu berbahaya. Untuk itu harus ada sikap tegas terhadap para intel asing tersebut. Dampaknya tentu mereka akan mengincar untuk menguasai sumber daya alam. Lalu isu-isu lain seperti terorisme itu termasuk dalam agenda intelijen asing. Lalu isu Narkoba juga demikian. Bahkan isu kesehatan, kita tadinya tidak pernah ada flu burung, tiba-tiba ada sejumlah orang yang mati karena flu burung,” tandasnya.

Indonesia Sudah Diobok-obok
Intelijen Asing  Timor-Timur terlepas dari NKRI, Sipada Ligitan dicaplok Malaysia, gejolak di Aceh oleh sparatis GAM, gejolak di Papua oleh OPM, konflik Ambon, konflik Poso dan deretan kasus-kasus sparatis lainnya yang merongrong kedaulatan negara. Di bidang ekonomi nilai rupiah semakin terpuruk. Harga sembako naik. Minyak tanah langka dipasaran. Terigu, kedelai hingga daging harganya terus naik. Minyak goreng juga setiap saat bisa terus merangkak naik. Di bidang ekonomi nilai rupiah semakin terpuruk. Harga BBM dan sembako naik. Harga tepung, kedelai, daging hingga buah-buahan terus naik. Listrik juga  setiap bulan terus merangkak naik. Kemunculan ajaran-ajaran sesat yang memicu konflik, pertikaian antar kelompok agama, serta munculnya ulama/dai baru dalam masyarakat yang gemar memamerkan kekayaannya dan membuat harta sebagai bahasa dakwahnya. Para pejabat korup dibiarkan bebas beraksi bahkan  cenderung dilindungi untuk konsumsi kampanye kelompok politikus tertentu yang didukung pemerintah asing. Negara-negara asing selalu khawatir jika Indonesia semakin besar dan kuat. Mereka berupaya menjadikan negeri ini kerdil, negeri yang rakyatnya rendah diri. Mereka takut jika Indonesia besar akan menjadi ancaman bagi mereka. Hal ini tidak terlepas dari jasa para penghianat anak negeri ini yang mengutamakan gaji dan penumpukan harta mereka dibanding kesejahteraan bangsanya.

Intelejen Singapura yang membonceng agen-agen intelejen Zionis-Israel juga masuk ke negeri ini. Mereka banyak melatih intelejen Indonesia. Bahkan Singapura meminta tempat di Baturaja Sumsel sebagai tempat latihan berperangnya. Kekuatan Islam di Indonesia menjadi sasaran mereka untuk dipecah belah. Bersama intelejen Amerika mereka memasuki kelompok-kelompok Islam yang akhirnya memunculkan banyak ajaran-ajaran sesat di dalam Islam. Pendek kata, Indonesia saat ini sedang diaduk-aduk oleh para intelejen asing dengan kepentingan mereka masing-masing. Celakanya lagi, pergerakan intelejen asing ini menggunakan kaki-kaki orang Indonesia sendiri. Dengan kata lain, saat ini ribuan warga Indonesai sudah menjadi mata-mata intelejen asing. Ironis sekali! Demikian yang ditulis dalam blog Jaringan Intel Indonesia atau dikenal j-sebelas.

Pengawasan Intelijen Asing

Pengakuan Kementerian Pertahanan soal adanya operasi intelijen asing di Papua mendapat respons dari parlemen. Anggota Komisi I DPRRI Nuning Kertopati menjelaskan, bekal data tersebut harus dimanfaatkan oleh intel negara memperketat pengawasan. Terlebih, adanya eskalasi ancaman di daerah konflik seperti Papua. "Maka pengawasan perlu ditingkatkan,"ujarnya, Senin (27/5/2013)
malam. Menurutnya, intelijen asing biasanya datang ke satu negara dengan cara
pengelabuan. Hal tersebut juga berlaku untuk para agen asing di Papua. "Misalnya intelijen asing di Papua bisa saja berkedok agama, bisnis atau pun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan masih banyak lagi," jelasnya.  Dia mengungkapkan, intelijen negara memang seharusnya dapat mengidentifikasi keberadaan mereka. Kemudian, mengelola informasi tersebut dengan cara meningkatkan komunikasi dengan pemuka agama atau adat budaya setempat. Sehingga, bentuk gerakan separatis atau terorisme bisa dicegah.Istana Diminta 'Berbicara' dengan Sandi  

Istana Kepresidenan diminta untuk menggunakan sandi negara agar pembicaraan di Istana tak disadap oleh pihak asing. Anggota Komisi I DPRRI Saifullah Tamliha
menjelaskan, tidak ada yang bisa menjamin kalau istana tidak steril dari agen intelijen asing. Oleh karena itu, ujarnya, di istana seharusnya dipasang sandi negara agar pembicaraan di istana tidak bisa disadap oleh pihak asing, terutama AS dan Israel.


Dia pun mengimbau kepada pemerintah untuk segera membuat Rancangan
Undang-undang (RUU) tentang kerahasiaan negara. Menurutnya, RUU tersebut dapat menjadi landasan hukum agar pemerintah dapat menindak agen-agen asing. "Pemerintah harus bersikap tegas kepada agen asing agar mereka tidak mudah memata-matai Tanah Air," katanya, di Jakarta, Senin (27/5/2013). Harus Berani Tangkap Agen Asing  

Anggota Komisi I DPR RI Saifullah Tamliha mengatakan, pemerintah harus berani menangkap agen-agen intelijen asing yang berkeliaran di Indonesia. Agen asing yang ditangkap harus dipublikasikan. "Publikasi perlu dilakukan sebagai shock terapi bagi negara yang mengirimkan agen-agennya tersebut ke Indonesia. Sehingga mereka malu mengirimkan agennya ke Indonesia lagi," ujar Saifullah di Jakarta, Senin (27/5/2013).
Agen intelijen asing yang ditangkap, terang Saifullah, sebelum dideportasi harus diselidiki dulu, informasi apa saja yang mereka peroleh, apa saja yang mereka kerjakan selama menjadi mata-mata di Indonesia. "Indonesia harus mendapatkan data-data yang mereka ambil dulu," terangnya.

Kementerian Pertahanan sebelumnya menyebut adanya aktivitas intelijen asing
yang terendus di Papua. Mereka tinggal di Papua dengan 'menyamar' dengan berbagai profesi, seperti aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), wartawan
dan peneliti.


Bom Bali Rekayasa Intel Asing, Diduga CIA Susupi Kelompok Islam

Kasus peledakan bom Bali yang menewaskan lebih 180 orang dinilai sebagai rekayasa intelijen asing dalam sebuah skenario besar. Amrozy (alm) sendiri disebut-sebut sebagai agen yang dikorbankan dalam peristiwa tersebut. Terlalu mengada-ada jika disebut Amrozy sebagai aktor intelektual dalam tragedi Bali.

Adanya peran "aktor intelektual" dalam kasus Bom Bali sangat kental. Bahkan kalau ada tuduhan AS merekayasa kasus bom di Bali, kami dapat membenarkan adanya tuduhan itu," kata anggota Komisi I Permadi SH dalam Raker Komisi I dengan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar di Gedung DPR/MPR, Jakarta.

Demikian pula Aisyah Aminy menyambut baik keberhasilan Polri mengungkap kasus bom di Bali, namun yang lebih penting adalah aktor intelektualnya. "Kita hendaknya menitik beratkan siapa yang merekayasa kasus ini sehingga kelompok-kelompok Muslim harus 'dihabisi'," katanya. AM Luthfi mengatakan berdasarkan pengamatan dan kecepatan Polri mengusut kasus bom Bali, tampak Polri mendapat tekanan dari pihak asing. "Tekanan dari luar itu disampaikan Daniel S Lev di Australia bahwa AS dan Australia ingin kampanye anti-terorisme didukung Indonesia," katanya.

Kesaksian Seorang Mantan Intelejen Asing di Indonesia

Pengakuan mantan Kapten USAF (AU Amerika Serikat) Jerry Duance Gray yang kini membelot ke Indonesia dan menjadi aktifis anti Chemtrail (perang senjata biologis Amerika Serikat), penulis buku Dosa-dosa Media Amerika, Demokrasi Barbar Ala Amerika, Deadly Mist dsb) banyak menceritakan tentang operasi intelejen asing di Indonesia, serta dosa-dosa apa yang sudah dilakukan Amerika Serikat kepada orang-orang di Indonesia, diantaranya program imunisasi balita, pasangan pengantin & calon jemaah haji di Indonesia untuk melemahkan (dengan memasukan materi haram & virus-virus yang akan aktif menyerang antibody yang diaktifkan dengan gelombang elektromagnetik (HAARP) menjadi kanker ganas (penyebab kenapa 30% dokter Amerika menolak anaknya divaksin imunisasi)), vaksin Haji, vaksin pengantin, penyebaran virus flu burung melalui udara (Chemtrail), virus AIDS, virus kuku & mulut, virus sapi gila dan aneka jenis peracunan kesehatan lainnya. Jerry juga banyak mengungkapkan peran AS dalam campur tangan pada politik di Indonesia semisal peristiwa G30S/PKI, Reformasi Mei 1998 hingga kasus-kasus korupsi yang kini ramai di Indonesia adalah ulah kegiatan agen-agen intel asing yang banyak menyusup dalam jajaran birokrasi, anggota parlemen, wartawan, media masa, peneliti, dosen, pelajar hingga preman-preman yang direkrut dan dilatih oleh agen-agen seniornya dalam susunan hirarki komando pyramida.

Pemakaian gas saraf yang disebarkan melalui udara dibenarkan oleh Jerry ketika mengikuti misi USAF menebarkan virus flu burung di langit Jakarta hingga penyebaran gas saraf penyebab rasa kegelisahan, ketakutan, tidak sabar, rendah diri, mual, insomnia (susah tidur) dan mimpi buruk, nafsu birahi tinggi, mandul, stress, rasa lapar berlebihan dan gangguan kejiwaaan lainnya (pelupa, kegilaan dan kerakusan). Game-game online yang kini merebak dikalangan anak-anak, remaja, mahasiswa juga hasil sukses agen intelejen asing dalam usaha membodohkan, merangsang ketidakpedulian sosial, semakin lemah fisiknya, daya juang rendah, tidak berguna, miskin dan hidup ketergantungan dengan bangsa lain. Inilah penyebab Indonesia bukan menjadi target perang fisik bersenjata karena cukup dengan perang intelejen dan senjata biologis, serta dibantu kerakuasan harta rakyat Indonesia sudah sangat efektif dan murah membuat Indonesia keok duluan sebelum berperang fisik.


Sumber:
www.republika.co.id
ww.voa-islam.com
www.pelita.or.id
jsebelas.wordpress.com

KUJANG ZHUNDA NUSWANTARA

KUJANG ZHUNDA NUSWANTARA



Filsafat Kujang
  • Konon nama kujang berasal dari kata kudihyang (kudi dan Hyang). Kudi berasal dari bahasa Sunda Kuno yang artinya senjata yang mempunyai kekuatan gaib sakti, menolak bala dan Hyang dalam mitologi Sunda artinya dewa di atas Dewa.
    (dikutip dari Ali Sastro - Great Indonesia! Pandora Nuswantara)
  • Sandi senjata Kujang ini Point dari filosofi dan informasi dasar tentang Peradaban Luhur/adiluhung Nuswantara ada di 5 titik lobang dalam badan kujang itu, dan itu seperti ikatan sumpah untuk kita sebagai penerus bangsa Hyang Agung/Nuswantara untuk meneruskan perjuangan para sepuh dan leluhur ,dalam konteks modern iniarah perjuangan kita harusmengarah pada ajaran para hyang, yaitu Welas Asih (Cinta Kasih),Tatakrama (Etika Berprilaku),Undak Usuk (Etika Berbahasa), Budi Daya Budi Basa,Wiwaha Yuda Na Raga (sikap bijak dan penuh pertimbangan), tujuanya untuk mengembalikan karakter bangsa kita menjadi bangsa yang kuat dalam kejayaan yang mumpuni. (dikutip dari Ali Sastro - Great Indonesia! Pandora Nuswantara)
  • 5 lubang : 1.ketuhanan 2.peri kemanusian, 3. persatuan, 4.musyawarah, 5. keadilan (dikutip dari Muhammad Zakaria - Great Indonesia! Pandora Nuswantara)

Kujang memiliki fungsi sebagai:
  1. Kujang Pusaka; yaitu kujang sebagai lambang keagungan seorang raja atau pejabat kerajaan lainnya dengan kadar kesakralannya sangat tingi seraya memiliki tuah dan daya gaib tinggi.
  2. Kujang Pakarang; yaitu kujang untuk digunakan sebagai alat berperang dikala diserang musuh.
  3. Kujang Pangarak; yaitu kujang bertangkai panjang seperti tombak sebagai alat upacara.
  4. Kujang Pamangkas; kujang sebagai alat pertanian (perladangan).

Anatomi Kujang

Beberapa jenis kujang yang sudah tidak atau susah di temukan lagi. Berikut beberapa jenis kujang yang pernah ada saat jaman kejayaan Kerajaan Pajajaran berdiri:
 
Nama Kujang berdasakan bentuk dan ukurannya;
1. Kujang Gagab bentuknya lebar dan harus di soren atau diikatkan di pingang.
2. Kujang Bangking, bentuknya ramping seperti yang kita kenal.
3. Kujang Pangarek, karena besarnya cara bawanya pun harus di pikul.
4. Kujang Pamangkas, bentuknya panjang hingga cara bawanya pun mesti di tenteng

Jenis-jenis kujang berdasarkan bentuk rupanya,
1. Kujang Ciung (mata 9: hanya dipakai khusus oleh Raja; mata 7: dipakai oleh Mantri Dangka dan Prabu Anom; mata 5: dipakai oleh Girang Seurat, Bupati Pamingkis,dan para Bupati Pakuan.

2. Kujang Jago, dipakai oleh Balapati, para Lulugu, dan Sambilan.

3. Kujang Kuntul, dipakai oleh para Patih (Patih Puri, Patih Taman, Patih Tangtu Patih Jaba, dan Patih Palaju), juga digunakan oleh para  Mantri (Mantri Majeuti, Mantri Paséban, Mantri Layar, Mantri Karang, dan Mantri Jero).

4. Kujang Bangkong, dipakai  oleh Guru Sekar, Guru Tangtu, Guru Alas, Guru Cucuk.

5. Kujang Naga, dipakai oleh para Kanduru, para Jaro, Jaro Awara, Tangtu, Jaro Gambangan.

6. Kujang Badak, dipakai oleh para Pangwereg, para Pamatang, para Palongok, para Palayang, para Pangwelah, para Bareusan, parajurit, Paratulup, Sarawarsa, para Kokolot.

7. Kujang Pekarang, bentuknya agak lurus biasa dipakai masyarakat untuk alat pertanian.

Golok Singa


Kujang berdasarkan mata atau lubang dan artinya;
1. Mandala Agung, bermata sembilan biasanya pemegangnya adalah Raja Brahmesta dan Pandita Agung.
2. Mandala Sama, bermata delapan
3. Mandala Jati, bermata tujuh biasanya pemegangnya Prabu Anom, Mantri Dangka dan Pandita.
4. Mandala Suda, bermata enam
5. Mandala Seba, bermata lima, biasanya pemegangnya seorang pejabat publik seperti: Bupati, Geurang serat, Geurang Puun.
6. Mandala Rasa biasa disebut wesi kuning, bermata empat pemegangnya Para Putri Menak Keraton.
7. Mandala Karma, bermata tiga, pemegangnya para puun.
8. Mandala Permana. bermata dua.
9. Mandala Kasungka, bermata satu pemegangnya para Guru Tangtu Agama.

Mata kujang melambangkan Mandala atau Dunia atau Alam yang akan dilalui manusia, yaitu Mandala Kasungka, Mandala Permana, Mandala Karma, Mandala Rasa, Mandala Seba, Mandala Suda, Mandala Jati, Mandala Sama dan Mandala Agung.


Dilihat dari strukturnya kujang ada dua bagian,
- Jati diri kujang
- Jati Nagara Kujang

Berdasarkan lubang atau matanya kujang pun dapat diartikan;
lubang 1 disebut ngaherang
lubang 2 disebut lumenggang
lubang 3 disebut gumulung
lubang 4 disebut gumelar
lubang 5 disebut mangrupa
lubang 6 disebut usik
lubang 7 disebut malik
lubang 8 disebut ngajadi
lubang 9 disebut medal
lubang 10 atau kembali ke 0 disebut nunggal, suwung


Sumber: http://ncepborneo.wordpress.com/category/kudjang/

WAJIB BACA BAGI PENJELAJAH SEJARAH

KENAPA KITA SULIT MEMAHAMI BENANG MERAH SEJARAH (WAJIB BACA BAGI PENJELAJAH SEJARAH)



Bangsaku Yang Malang

الرتِلْكَآيَاتُالْكِتَابِالْمُبِينِ

Alif laam raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al quran) yang nyata (dari Allah).
(QS. Surat YUSUF: 12:1)

إِنَّاأَنزَلْنَاهُقُرْآنًاعَرَبِيًّالَّعَلَّكُمْتَعْقِلُونَ

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. (QS. Surat YUSUF: 12:2)

نَحْنُنَقُصُّعَلَيْكَأَحْسَنَالْقَصَصِبِمَاأَوْحَيْنَاإِلَيْكَهَذَا الْقُرْآنَوَإِن كُنتَمِنقَبْلِهِلَمِنَ الْغَافِلِينَ

Kami menceriterakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui. (QS. Surat YUSUF: 12:3)

إِذْقَالَيُوسُفُلِأَبِيهِيَا أَبتِ إِنِّيرَأَيْتُأَحَدَعَشَرَكَوْكَبًاوَالشَّمْسَوَالْقَمَرَرَأَيْتُهُمْلِي سَاجِدِينَ

(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: `Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku`
(QS. Surat YUSUF: 12:4)

قَالَيَا بُنَيَّلاَتَقْصُصْرُؤْيَاكَ عَلَىإِخْوَتِكَفَيَكِيدُواْلَكَ كَيْدًاإِنَّالشَّيْطَانَلِلإِنسَانِعَدُوٌّمُّبِينٌ

Ayahnya berkata: `Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh nyata bagi manusia.`(QS. Surat YUSUF:12:5)

وَكَذَلِكَيَجْتَبِيكَرَبُّكَوَيُعَلِّمُكَمِنتَأْوِيلِالأَحَادِيثِوَيُتِمُّنِعْمَتَهُعَلَيْكَوَعَلَى آلِيَعْقُوبَكَمَاأَتَمَّهَاعَلَىأَبَوَيْكَمِن قَبْلُإِبْرَاهِيمَوَإِسْحَقَإِنَّرَبَّكَعَلِيمٌحَكِيمٌ

Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta_bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Yaqub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Surat YUSUF: 12:6)

Sepenggal surat Yusuf yang dikutip dari Al-Qur'an sengaja digunakan mengawali tulisan ini, sebagai pengingat rusaknya sejarah dan aqidah kita saat ini TIDAK BERLEBIH BERASAL DARI SYAITAN. Sebagaimana para pendahulu kita disibukan oleh adu-domba peperangan maka selama +/- 70 JUTA tahun umur bumi ini kita masih tetap diperbodoh oleh syaitan.

SEJARAH JANJI SYAITAN
“ Ingatlah ketika Allah berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."

Mereka berkata, "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?"

Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu Allah berfirman, "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada Kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana." Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini".

Setelah Adam memberitahukan nama-nama itu maka bersujudlah seluruh malaikat kepada Adam, kecuali iblis karena kesombongannya.

"Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman, "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa Sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (QS. Al-Baqarah: 30-33)

Dan Allah berfirman,"Apa yang menyebabkan kamu tidak mau bersujud kepada Adam, ketika Aku perintahkan?"  Iblis menjawab,"Aku lebih baik daripada dia (Adam); engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia (Adam) Engkau ciptakan dari tanah"

"Bukankan Allah sendiri memerintahkan makhluknya untuk tidak menyembah selain Allah? Lalu kenapa pula Allah memerintahkan malaikat untuk bersujud pada Adam?"

Akibat kesombongannya maka iblis dikeluarkan dari syurga dan dibuang ke neraka. Iblis pun meminta ijin Allah untuk bisa keluar dari penjara neraka agar bisa mengganggu anak-cucu Adam hingga hari kiamat.

VISI, MISI DAN TUJUAN HIDUP MANUSIA
Manusia diciptakan untuk BERSUJUD (bentuk pengakuan manusia (mengimani) kepada Allah yang menciptakannya) dan BERIBADAH (melaksanakan semua perintah dan larangan yang dibuat Allah sebagaimana Al-Qur'an).

“Sesungguhnya kami menurunkan Al-Qur’an kepadamu dengan sebenarnya, maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan agama bagi-Nya.” (QS.az-Zumar: 2).

“ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku” (QS 51:56).
"Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki Kami kepada (surga) ini. dan Kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi Kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang Rasul-rasul Tuhan Kami, membawa kebenaran." dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan." (QS Al-A'roof : 43)".

Tujuan hidup manusia di alam fana (dunia) adalah berlomba (sesama manusia) memperbanyak pahala (penghargaan) yang diberikan oleh Allah dan yang kelak ditukarkan dalam bentuk kenikmatan-kenikmatan sebagaimana yang dijanjikan dalam Al-Qur’an pada saat (ruh) manusia kembali kepada Sang Maha Pencipta.

Sesungguhnya kehidupan di dunia merupakan ajang (festival/lomba) mencari ridho dan pahala Allah dalam membangun akhlak terpuji. Hadiahnya tidaklah tanggung-tanggung seluruh rasa nikmat yang ingin dirasakan jiwa manusia ada di dalam syurga itu. Oleh karenanya Allah ingin melihat siapa yang pantas untuk menerima hadiah-hadiahnya ini dan siapa yang dis-kualifikasi dalam lomba ini serta pinalti bagi pendosa-pendosa tersebut. Perlombaan ini lah yang dimaksud nikmat dunia, yang harus disyukuri manusia karena ia telah mengalahkan ujian-ujian dengan tetap istiqomah bersujud dan berterima kasih kepada Allah apapun rasa yang diterimanya didunia. Diperwayangan kita kenal kisah Gatot Kaca ketika balita dibuang ke kawah chandradimuka maka itu adalah kias dari dunia ini untuk menggodok akhlak terbaik manusia agar kelak tergolong manusia berjiwa akhlak terpuji yang disukai Allah.

Kepada para pecinta jabatan dan harta, maka Allah memperingatkan mereka untuk menjauhi akhlak tercela di dunia dengan ganjaran yang berhasil melalui rintangan godaan itu akan mendapatkan rasa nikmat yang luar biasa.

"Dan Barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam Keadaan beriman, Maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab" . (QS Ghoofir : 40).

"Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah Balasan orang-orang yang berbuat baik" (QS Az-Zumar : 34).

"(yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi Balasan kepada orang-orang yang bertakwa" (QS An-Nahl : 31).

"Bagi mereka di dalam surga itu apa yang mereka kehendaki, sedang mereka kekal (di dalamnya). (hal itu) adalah janji dari Tuhanmu yang patut dimohonkan (kepada-Nya)" (QS Al-Furqoon : 16).

Dan bagi mereka para pecinta wanita, janganlah kalian mengumbar nafsu syahwat kalian karena Allah telah menjanjikan apa yang ingin kamu rasakan dari wanita di syurga kelak bila kamu berhasil mengendalikan hawa nafsumu.

إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ (٥٥) هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلالٍ عَلَى الأرَائِكِ مُتَّكِئُونَ (٥٦)

“Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan” (QS Yaasiin : 55-56)

 Allah berfirman :
 
إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً (٣٥)فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا (٣٦)
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan” (QS Al-Waaqi’ah : 35-36)

As-Syaikh As-Sa’di berkata, “Sifat ini –yaitu keperawanan- selalu menyertai mereka dalam berbagai kondisi” (Taisiir Ar-Kariim Ar-Rahmaan hal 833)

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhumaa berkata:

إِنَّ الرَّجُلَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ لَيُعَانِقُ الْحَوْرَاءَ سَبْعِيْنَ سَنَةً ، لاَ يَمَلُّهَا وَلاَ تَمَلُّهُ ، كُلَّمَا أَتَاهَا وَجَدَهَا بِكْرًا ، وَكُلَّمَا رَجَعَ
إِلَيْهَا عَادَتْ إِلَيْهِ شَهْوَتُهُ ؛ فَيُجَامِعُهَا بِقُوَّةِ سَبْعِيْنَ رَجُلاَ ، لاَ يَكُوْنُ بَيْنَهُمَا مَنِيٌّ ؛ يَأْتِي مِنْ غَيِرْ مَنِيٍّ مِنْهُ وَلاَ مِنْهَا

“Sesungguhnya seorang penghuni surga sungguh akan memeluk bidadari selama 70 tahun, ia tidak bosan dengan bidadari tersebut dan sang bidadari juga tidak bosan dengannya, setiap kali ia menjimaknya ia mendapati sang bidadari kembai perawan, dan setiap kali ia kembali kepada sang bidadari maka syahwatnya akan kembali. Maka iapun menjimak bidadari tersebut dengan kekuatan 70 lelaki, tidak ada mani yang keluar dari keduanya, ia menjimak bidadari tanpa keluar mani, dan sang bidadari juga tidak keluar mani” (Tafsiir Al-Qurthubi 15/45)

Tentu saja ini semua membuatnya sibuk memecahkan keperawanan para bidadari.
Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :
 
وَإِذَا انْحَدَرْتَ رَأَيْتَ أمراً هَائِلاً... مَا لِلصِّفَاتِ عَلَيْهِ مِنْ سُلْطَانِ

"Jika engkau memandang apa yang ada di bawah pusar sang bidadari maka engkau akan melihat perkara yang menakjubkan (tentang kemaluan sang bidadari-pen), tidak ada kuasa untuk bisa menjelaskan sifat-sifat perkara tersebut."

لاَ الْحَيْضُ يَغْشَاهُ وَلاَ بَوْلٌ وَلاَ ... شَيْءٌ مِنَ الآفَاتِ فِي النِّسْوَانِ
  "Tidak ada darah haid yang menghalanginya dan tidak juga ada air kencing, serta tidak ada sesuatupun dari hal-hal buruk yang terdapat pada wanita-wanita dunia."


فَخِذَانِ قَد حَفَا بِهِ حَرَسًا لَهُ ... فَجَنَابُهُ فِي عِزَّةٍ وِصِيَانِ

"Dua paha yang telah meliputi perkara tersebut (kemaluan sang bidadari-pen) dan menjaganya, maka sisi kemaluan bidadari tersebut telah terjaga di bawah penjagaan dan keperkasaan".

فَهُوَ الشَّهِيُّ وَعُضْوُهُ لاَ يَنْثَنِي ... جَاءَ الْحَدِيْثُ بِذَا بِلاَ نُكْرَانِ

"Dialah sang lelaki yang berhasrat, dan kemaluannya tidak akan bengkok (loyo) sebagaimana ada hadits Nabi yang menjelaskan akan hal ini, tidak perlu diingkari."

بِاللهِ لاَ تَسْأَلْهُ عَنْ أَشْغَالِهِ ... تِلْكَ اللَّيَالِي شَأْنُهُ ذُوْ شَانِ
  "Demi Allah janganlah engkau bertanya kepadanya tentang kesibukannya pada malam-malam itu…perkaranya sangat hebat".

 وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلاً بِصَبٍّ غَابَ عَنْ ... مَحْبُوْبِهِ فِي شَاسِعِ الْبُلْدَانِ 

"Dan buatlah perumpamaan kepada mereka dengan seorang pria yang memendam kerinduan dan telah terpisah lama dari kekasihnya di negeri yang jauh."
 
وَالشَّوْقُ يُزْعِجُهُ إِلَيْهِ وَمَا لَهُ ... بِلِقَائِهِ سَبَبٌ مِنَ الْإِمْكَانِ
  "Kerinduan senantiasa menggelisahkannya, namun tidak ada kemungkinan untuk bertemu dengan kekasihnya."

وَافَى إِلَيْهِ بَعْدَ طُوْلِ مَغِيْبِهِ ... عَنْهُ وَصَارَ الْوَصْلُ ذَا إِمْكَانِ
  "Setelah lama berpisah dari kekasihnya tiba-tiba memungkinan baginya untuk bisa bertemu dengan kekasihnya."
أَتَلُوْمُهُ إِنْ صَارَ ذَا شُغْلٍ بِهِ ... لاَ وَالَّذِي أَعْطَى بِلاَ حُسْبَانِ  

"Maka apakah engkau mencelanya jika lantas iapun sibuk (bersetubuh) dengan kekasihnya? Tentu tidak, demi Dzat yang memberikan karunia tanpa batasan."  Wahai Robku ampunilah kami,

pena-pena kami telah melampaui batas (dalam mensifati para bidadari), wahai Robku maafkanlah kami karena sikap melampaui batas ini.

Dilihat dari kutipan-kutipan Al-Qur'an dan hadist diatas tidaklah saya ragu bila manusia tidak ditujukan untuk mengejar impian dan mengumbar hawa nafsu dan birahi di dunia. Karena dunia ini hanyalah seperti uji coba di pelatnas, tempat pelatihan jiwa kita semata dan bukan tujuan hidup kita.

PENYESATAN AKIDAH
Janji Syaitan berakibat kepada rasa ketidak-adilan tatanan kesejahteraan masyarakat, kemudaratan yang dilakukan manusia, runtuhnya benteng aqidah/moral dan beribu-ribu nama kerusakan lain, sebagaimana sudah diperkirakan oleh para malaikat.

Tipu daya Setan dengan cerdik membuat manusia bingung dan ketakutan akan hari kematian. Iblis/syaitan membuat aliansi dengan manusia untuk mendustakan semua yang diperbuat Allah agar manusia berusaha agar manusia mau bersujud kepada Iblis. Bahkan bukan cuma bersujud, Iblis telah sampai pada hasutan paling jahat yaitu penyembahan (ketundukan) dan ketaatan kepada Iblis. Iblis menggunakan tipu daya sihir untuk menakut-nakuti manusia dan bersekutu dengan manusia yang ingin meminta perlindungan kekayaan dan kekekalan hidup di dunia. Iblis senantiasa menuruti nafsu salah manusia tersebut dengan janji, walau sesungguhnya janji Iblis tidak akan dipatuhi Iblis karena Iblis membenci manusia anak-cucu Adam AS.

Perjuangan mengingatkan kembali manusia (kebanyakan) untuk kembali ke jalan Allah SWT adalah suatu perjuangan yang sangat besar dan berat. Halangan rintangan sudah dipastikan akan amat sulit, ditengah arus komunikasi dan doktrin opini yang sudah membudayakan pembelaan kebebasan humanisme, budaya barat (seni nudis, gaya hidup free-sex, kapitalis-konsumerisme),  demokrasi, westernisasi (pemasungan dan pengarahan kreatifitas) dan teknologi global (kontrol komunikasi) yang semuanya diusung oleh para pemuja setan (atas dasar kesepakatan syetan dan manusia bahwa mereka akan terselamatkan dari neraka).

Untuk menggoda dan memperdayakan manusia, syetan menggunakan berbagai macam cara dan perantara: harta, pangkat dan wanita. Perantara ini untuk menipu manusia supaya tergelincir melakukan kejahatan dan meninggalkan amal kebajikan menuju kekufuran.  Setan gemar meniru-niru apa yang Allah kerjakan agar manusia mengikutinya dan percaya bahwa itu wahyu Allah.

Mereka (setan dan sekutunya) mengumbar kebaikan, mengikuti apa yang manusia inginkan (kebebasan sebebas-bebasnya) dan mempertontokan hadiah-hadiah yang menghibur, supaya manusia melupakan tujuan hidupnya didunia fana mereka bahwa ditugaskan untuk menumpuk amal-ibadah sebagai bekal manusia menuju kehidupan kekal abadi di surga akherat (akhir) seperti janji Allah SWT.

Apabila orang sudah dapat disesatkan dalam suatu kejahatan, syetan akan berusaha terus supaya orang itu tetap berada dalam kejahatan sampai dirinya menjadi kafir seperti syetan dan mati dalam kekufuran. Wal ‘iyadzubillah.

Perbuatan jahat itu terus dihiasi oleh syetan dengan hiasan yang baik, sehingga manusia menganggap bahwa perbuatan jahat itu bagus baginya dan sebaliknya perbuatan baik itu buruk. Padahal itu adalah tipu daya syetan.

Seorang sufi, Al Hasan bin shaleh berkata:
"Sesungguhnya syetan itu akan membuka bagi seorang hamba 99 pintu kebaikan yang ditujukan pada satu pintu kajahatan ".

Oleh sebab itu, segala perbuatan dan pekerjaan yang dihiasi baik atau buruknya oleh syetan tidak akan membawa kita menuju iman dan amal shaleh, karena itu kita harus kembali kepada Al- Quran dan Assunah, jangan ikuti langkah-langkah syetan yang sesat dan menyesatkan.

Istilah wali setan (waliyusy-syaithan) masih jarang dibahas dan dijelaskan dalam masyarakat. Padahal, untuk mengetahui apakah seseorang itu benar waliyullah, maka perlu dikomparasikan (dibandingkan) dengan wali setan. Karena karakter, sifat, prilaku dan gaya hidup wali Allah itu memiliki ciri-ciri tersendiri dan bertolak belakang dengan karakter, sifat, prilaku dan gaya hidup wali Setan.

Dalam Al-Qur’an dijelaskan secara rinci sifat, karakter dan gaya hidup wali Allah dan wali setan itu, agar kita dapat memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan wali Allah itu dan tidak salah kaprah dalam mengikuti dan menempatkan seseorang. Sebab, bisa saja wali Allah kita yakini dan sikapi sebagai wali setan, sedangkan wali setan kita tempatkan dan sikapi sebagai wali Allah.

Bila hal tersebut terjadi, jalan hidup kita akan kacau berantakan dan keluar dari ketentuan Allah dan teladan Rasulullah SAW. Oleh sebab itu, memahami perbedaan antara wali Allah dan wali setan itu sangatlah penting, apalagi kita hidup di akhir zaman sekarang ini yang mana setan benar-benar mendominasi karakter, sifat dan gaya hidup manusia.

Berkali-kali Allah senantiasa memperingatkan manusia dalam Al-Qur'an salah satunya Allah berfirman:
"Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syetan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan kepada Allah apa yang tidak kamu ketahui” (QS. Al Baqarah168-169).

"Dan syetan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan Allah, sehingga mereka tidak dapat petunjuk " (QS. An- Naml: 24).

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.)1) Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan menggunakan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti(mu); dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir.(2) Karib kerabat dan anak-anakmu sekali-sekali tiada bermanfaat bagimu pada Hari Kiamat. Dia (Allah) akan memisahkan antara kamu. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.(3) Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka:

"Sesungguhnya kami berlepas diri (baro’) dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah." (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. (4) "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah (kejahatan) bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (5) Al-Mumtahanah : 1-5).

HUBUNGANNYA DENGAN SEJARAH
Sebagian diantara generasi kita telah banyak bicara bahwa sejarah itu mempelajari tentang peristiwa/kejadian yang terjadi sebagai sebab-akibat pada periode masa tertentu sesuai teks buku-buku sejarah yang dituliskan untuk bangsa ini. Karenanya kita dibiasakan untuk mencerna suatu peristiwa dengan tolak ukur waktu kejadian, yang disamakan dengan tanda-tanda keberadaan suatu masyarakat atau pemerintahan yang berkuasa kala itu.

Tetapi bila kita samakan antara waktu kejadian dan bukti-bukti sejarah maka banyak hal yang dikesankan hal itu tidak mungkin terjadi pada masa yang sama.

Disini kita kembali berurusan dengan masalah ruang dan waktu yang selalu menjadi salah satu topik utama Al-Qur’an. Ukuran waktu dalam Al-Qur'an sebagai berikut:

1 hari Allah = 1000 tahun manusia (QS. 22:47)
1 hari Malaikat = 50.000 tahun manusia (QS. 70:4)
1 hari jaman Nabi Sulaiman = 2 bulan manusia (QS. 34:12)

Bandingkan dengan waktu tempuh Rasulullah Muhammad Saw selaku Nabi penutup dalam perjalanannya ke Muntaha melewati garis tengah bima sakti yang dalam perhitungan sekarang = 10 milyar tahun cahaya dalam waktu 1 malam atau 1/2 hari manusia untuk menghadap Allah!

Sungguh, Allah Maha Besar dan Maha Berkuasa atas segala sesuatunya.

Tafsir atas pengertian nama-nama yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Adam AS. adalah nama-nama penerus Nabi Adam AS yang akan membimbing anak cucunya kepada ajaran tauhid dari Penciptanya agar senantiasa tidak terplesetkan dari pengetahuan yang disesatkan oleh setan hingga hari kiamat kelak.

1. Adam AS.
2. Idris AS.
3. Nuh AS.
4. Hud AS.
5. Soleh AS.
6. Ibrahim AS.
7. Luth AS.
8. Ismail AS.
9. Ishak AS.
10. Yakub AS.
11. Yusuf AS.
12. Ayub AS.
13. Sueb AS.
14. Musa AS.
15. Harun AS.
16. Zulkifli AS.
17. Daud AS.
18. Sulaiman AS.
19. Ilyas AS.
20. Ilyasa AS.
21. Yunus AS.
22. Zakaria AS.
23. Yahya AS.
24. Isa AS.
25. Muhammad SAW.

Dengan demikian dalam mengukur waktu hendaknya kita melepaskan diri dari pencarian persepsi besaran tahun dengan pokok kejadian karena yang dimaksud waktu adalah masa antar kekuasaan jaman antara nabi yang terdahulu dengan nabi yang kemudian.

Kitab-kitab suci yang berasal dari wahyu Allah tidak ada yang menyebutkan dengan tahun atau sebutan lain manusia menyebut waktu, tetapi berbicara secara universal time. Karena perbedaan waktu yang dimaksud sangat besar (tidak mampu diterima akal pikir manusia) dan hanya Allah Yang Maha Tahu Segalanya.

Disinilah peranan syeitan bermain memainkan logika sederhana manusia dimana manusia dicekoki pengetahuan yang diplesetkan oleh syeitan agar tidak mempercayai tanda-tanda sejarah yang ditinggalkan suatu kaum sebelumnya yang telah musnah oleh azab-azab Allah karena mereka telah berbuat murtad dan zolim dalam hidup mereka, sebagaimana berita yang diturunkan melalui kehadiran satu nabi dengan nabi berikutnya.

Apa yang dikerjakan syaitan untuk kerusakan peradaban manusia:
1. Memalsukan kitab-kitab suci;
2. Menghilangkan suatu bangsa;
3. Memalsukan sejarah dan garis keturunan;
4. Memfitnah kebenaran;
5. Memecah belah manusia berdasarkan keyakinan yang ditanamkan;
6. Mengadu domba;
7. Membuat ajaran baru yang mengubah tauhid;
8. Menghancurkan manusia

PERPECAHAN BANI ADAM
Perpecahan generasi ke generasi bani Adam lebih disebabkan keterampilan syeitan dalam menghilangkan jejak-jejak kaum yang diazab Allah sebagai hasil perbuatan syeitan sebelumnya untuk suatu kaum. Tiadalah segala cara dilakukan syeitan untuk menipu manusia agar tersesat dari perintah dan larangan Allah SWT? Mereka merekayasa semua sejarah manusia agar manusia genersi akhir tidak memahami apa yang terjadi terhadap generasi sebelumnya.

Perpecahan pendapat tentang KEBENARAN diatara manusia adalah hasil perbuatan syaitan dan dibantu oleh oleh jin dan manusia yang bersekutu dengan iblis/syeitan. Cara kerja mereka sangatlah rapi, serba rahasia dan konsisten terhadap tujuan mereka. Mereka bisa berupa sangat baik lakunya tetapi juga dapat berubah sangat kejam/sadis apabila mereka merasa ada yang menggangu rencana mereka. Maka setiap elemen masyarakat mempunyai sejarah masing-masing yang membenarkan perilaku mereka saat ini karena ditanamkannya kebenaran yang menyesatkan agar saling bertentangan dan menimbulkan kerusakan.

Syetan memang hidup untuk tujuan mengganggu dan menggoda keturunan Adam agar anak cucunya menjadi kafir dan durhaka kepada Allah. Dalam menggoda manusia syetan tidaklah sendiri, tapi mempunyai jenis laki-laki dan perempuan dan mempunyai anak keturunan.

"Dari Anas RA berkata: Nabi SAW apabila hendak masuk ke kakus, beliau membaca : "Bismillahi Allahumma innii a'udzubika minal khubutsi wal khabaitsi " (Dengan nama Allah, Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari godaan syetan laki-laki dan perempuan) " (HR.Jamaah).

Setan tidaklah bekerja sendiri dalam menggoda manusia tetapi ia dibantu oleh anak-anaknya (syetan) dan masing-masing memeliki tugas:

  1. Tsabr, tugasnya menggoda manusia berbuat maksiat ketika manusia sedang kesusahan atau dalam kesedihan.  Ketika manusia mendapat musibah dan sedang dalam kesusahan, maka datanglah si Tsabr membisikan supaya melakukan kebinasaan seperti bunuh diri dari sebab beratnya musibah atau serendah-rendahnya mengajak minum-minuman keras atau narkoba.
  2. A'war, tugasnya berbuat zina, keji dan nista. Seorang majikan yang sudah mempunyai isteri cantik bisa ditipu oleh si A'war, sehingga si suami tergoda dengan kemolekan pembantunya sampai terjadi hebat atau perzinahan. Dua remaja laki-laki dan perempuan yang sedang berdua dalam tempat yang sunyi adalah sasaran empuk si A'war untuk membisikan agar berbuat yang tidak senonoh bahkan sampai berzina.
  3. Miswath, tugasnya menyebarkan berita dusta atau menyebarkan fitnah agar manusia menjadi kalut dan kacau, saling menuduh dan memfitnah diantara mereka, bahkan sampai saling membunuh karena fitnah.
  4. Dasim, tugasnya menyebarkan sifat emosi, mudah marah dan permusuhan. Biasanya sering terjadi dalam rumah tangga. Dalam rumah tangga bila terjadi konflik, maka si Dasim datang untuk membesar-besarkan masalah itu sampai terjadi keretakan dan kehancuran antara suami, isteri dan anak.
  5. Zaknabur, tugasnya menggoda para pedagang agar berbuat kecurangan dan penipuan didalam berdagang, seperti : mengurangi timbangan, menipu dan mengajak manusia melakukan Riba.
  6. Walhan, tugasnya menggoda manusia yang sedang berwudhu agar was-was kalau wudhunya tidak sah dan shalatnya menjadi tidak sah pula, karena wudhu adalah salah satu syarat sah shalat. " Bagi wudhu itu ada satu syetan
  7. Khanzab, tugasnya menghalangi manusia supaya tidak malakukan shalat atau mengganggu orang yang sedang shalat agar shalatnya tidak sempurna.

Perjuangan perdebatan manusia sebenarnya adalah perseteruan di balik antara dua pandangan besar manusia yaitu pandangan (pemikiran) sebagian besar masyarakat berbasis ”BARAT” dengan paham materialistik di dunia, hanya melihat sejarah dari kepentingan ekonomi (harta/emas/kemewahan hidup-red) dan politik (mempengaruhi/memaksa kesamaan pandangan orang untuk kesamaan kepentingan diri/kelompoknya-admin) dan pandangan sebagian besar masyarakat berbasis “TIMUR”  yang mengikuti pendekatan hidup berdasarkan spiritual (ajaran agama-admin) atau Dharma (prinsip-prinsip dasar kosmos-admin).

Begitu mendarah daging prasangka sejarah yang mereka memiliki hingga tidak menyadari kekeliruan itu.

Allah Ta'ala memberitahukan ihwal pemberian karunia kepada Bani Adam dan penghormatan kepada mereka dengan membicarakan mereka di al-Mala'ul Ala, sebelum mereka diadakan.

Maka Allah berfirman, ''Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat''. Maksudnya, Hai Muhammad, ceritakanlah hal itu kepada kaummu'', ''Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi'', yakni suatu kaum yang akan menggantikan satu sama lain, kurun demi kurun, dan generasi demi generasi, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman, ''Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi'' (Fathir: 39).

Itulah penafsiran khalifah yang benar, bukan pendapat orang yang mengatakan bahwa Adam merupakan khalifah Allah di bumi dengan berdalihkan firman Allah. Tetapi perintah bagi manusia untuk:

MEMBANGUN AKHLAK TERPUJI:
(1) Perilaku yang baik, (2) Membalas kejahatan dengan kebaikan, (3) Mengerjakan kebaikan, (4) Berlomba dalam mengerjakan kebaikan, (5) Hikmah, (6) Perdamaian diantara manusia, (7) Jujur, (8) Ucapan yang lebih baik, (9) Senyum dan muka cerah, (10) Istiqamah, (11) Hati yang bersih, (12) Pemaaf, (13) Maaf disertai pembebasan, (14) Ruh perdamaian, (15) Kasih sayang, (16) Ihsan, (17) Mengutamakan orang lain, (18) Memuliakan tamu, (19) Menjaga kehormatan, (20) Menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, (21) Berpaling dari perbuatan sia-sia, (22) Sederhana dalam berbicara dan jalan, (23) Tenang, (24) Seimbang dalam segala sesuatu, (25) Mensyukuri nikmat, (26) Sabar, (27) Menahan marah, (28) Berlaku adil, (29) Tawadhu (rendah hati), (30) Menepati janji, (31) Menjaga kebersihan.

MENJAUHI AKHLAK TERCELA:
(1) Akhlak yang jelek, (2) Pendapat yang tergesa-gesa, (3) Berlebih-lebihan, (4) Sifat yang jelek, (5) Ujub, (6) Sombong, (7) Tipuan, (8) Perselisihan dan pertengkaran, (9) Perbuatan yang tak sesuai dengan perkataan, (10) Terang-terangan dalam ucapan yang buruk, (11) Mengikuti nafsu syahwat, (12) Bohong, (13) Buruk sangka, (14) Memata-matai, (15) Ghibah (membicarakan aib orang lain), (16) Adu domba, (17) Pembohong, (18) Pengumpat, (19) Pencela, (20) Menyebar kabar bohong, (21) Perkataan yang tidak dimaksudkan, (22) Senda gurau dan main-main, (23) Menghina, (24) Memanggil dengan gelar yang buruk, (25) Mengada-ada terhadap Allah dan Rasul-Nya, (26) Terang-terangan dalam berbuat kejahatan, (27) Marah, (28) Bersedih hati terhadap apa yang telah hilang, (29) Cemburu, (30) Pengecut, (31) Bakhil, (32) Menyebut-nyebut pemberian dan menyakiti penerimaannya, (33) Tamak, (34) Boros, (35) Mubadzir, (36) Orang yang melampaui batas, (37) Angkuh, (38) Takabur, (39) Durhaka, (40) Kerusakan, (41) Merusak, (42) Khianat, (43) Berbuat buruk dengan terang-terangan, (44) Menipu, (45) Tipu daya, (46) Riya (pamer), (47) Mengambil harta rampasan, (48) Iri dengki, (49) Mencegah kebaikan, (50) Kebencian, (51) Lalai, (52) Keras hati, (53) Pelaku keji, (54) Fasik, (55) Berzina, (56) Kekafiran, (57) Perbuatan keji, (58) Wanita tuna susila, (59) Melacur/Menjilat, (60) Munafik.

Jaman yang kita lakoni sekarang adalah jaman kemerosotan akhlak dan tugas kita untuk membuka kedok maksud setan dengan untuk menyelamatkan generasi anak cucu kita agar terhindar dari kedurhakaan kepada Allah dan terhindarkan dari azabnya, amien.

SUDAHKAH SEJAHTERA BANGSA INI

RENUNGAN SEKITAR KITA




Kekayaan alam dari pertambangan Tuhan melimpahkan keberkahan antara lain:
  1. Kekayaan minyak bumi dan gas, yang diolah untuk
  2. Bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor
  3. Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang
  4. Minyak tanah untuk untuk bahan bakar rumah tangga
  5. Solar untuk bahan bakar bakar mesin diesel
  6. LNG untuk bahan bakar mesin-mesin industri menengah dan besar
  7. Oli untuk pelumas mesin
  8. Vaselin untuk bahan obat-obatan
  9. Parafin untuk pembuatan lilin
  10. Biji palstik untuk bahan pembuatan aneka barang plastik.
  11. Aspal untuk pelapis jalan kendaraan mobil, motor dan truck
  Kekayaan barang tambang mineral
  1. Batu bara untuk bahan bakar, campuran produk kertas, alat-alat listrik
  2. Biji besi dan mangaan untuk bahan pembuatan besi dan baja
  3. Tembaga untuk bahan pembuatan kabel
  4. Bauksit untuk bahan pembuatan aluminium
  5. Emas dan Perak untuk bahan perhiasan dan jaminan nilai tukar uang
  6. Marmer untuk bahan bangunan dan aneka barang kerajinan
  7. Belerang untuk bahan kosmetik dan obat-obatan
  8. Yodium untuk bahan pangan didalam garam
  9. Nikel untuk bahan stainless dan peluru
  10. Grafit bermanfaat untuk pembuatan isi pensil
  Kekayaan keindahan alam dan budaya penduduknya
  1. Panorama alam, keindahan ribuan pantai dan pegunungan
  2. Budaya, keanekaragaman budaya, bahasa dan kerajinan rakyat
  3. Keanekaragaman suku, etnis dan agama, adalah keindahan bermasyarakat yang banyak dijadikan referensi pemerintahan bangsa-bangsa internasional untuk belajar hidup bertoleransi.

Masih banyak kekayaan lain yang belum tertuliskan disini, begitu kayanya negeri kita ditambah 230 juta penduduknya adalah potensi kekayaan kecerdasan intelektual, tenaga kerja handal dan pangsa pasar bahan pangan dan industri yang sangat besar.

Lalu kenapa negeri kita punya masalah besar tentang:

1.    Kedaulatan Kesejahteraan
Mengutip siara BBC yang menyatakan berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2008, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 35 juta jiwa dan pemerintah Indonesia melalui berita resmi BPS 2010 baru dapat menurunkan jumlah penduduk miskin 31 juta jiwa. Kemiskinan makanan memberi sumbangan 73,5% dari angka penyebab manusia Indonesia miskin. Lalu bagaimana dengan kekayaan hayati alam kita, kenapa kita selalu harus impor bahan makanan.

2.    Kedaulatan Pangan
Selama 20 tahun terakhir, pemerintah RI telah mengadopsi kebijakan pangan ala neo-liberal yang sangat pro pasar bebas (free-market). Kebijakan tersebut berada di bawah arahan dan didikte dua lembaga keuangan internasional yaitu IMF dan Bank Dunia. Kebijaksanaan ini membuat Indonesia berada dalam keadaan "Rawan Pangan" bukan karena tidak adanya pangan, tetapi karena pangan untuk rakyat Indonesia sudah tergantung dari pasokan pangan dari luar negeri dan tingkat ketergantungannya semakin besar. Kenapa ahli teknologi pangan kita tidak dapat memberikan solusi swasembada pangan kita.
Sumber: www.faperta.ugm.ac.id

3.    Kedaulatan Pendidikan
Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Indonesia memiliki daya saing yang rendah Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia.
Sumber: http://ganis.student.umm.ac.id/2010/01/26/mahalnya-biaya-sekulah-di-masa-sekarang/

4.    Kedaulatan Kesempatan Kerja
Dibandingkan dengan beberapa negara tetangga Indonesia, angka pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi. Pada Agustus 2010, angka pengangguran mencapai 7,14 persen. Angka ini relatif lebih tinggi dibandingkan dengan angka pengangguran di Malaysia hanya sebesar 3,1 persen atau angka pengangguran di Singapura yang mencapai 2,1 persen pada September 2010. Data Februari 2010 jumlah total angkatan kerja Indonesia 116,5 juta orang.
Sumber: Asti Suwarni, dimuat di Harian Kompas 20 Desember 2010

5.    Kedaulatan Bisnis
Dominasi asing telah mencengkeram Indonesia melalui agen kapitalis berbentuk  perusahaan asing dan Trans National Corporation untuk mengeruk kekayaan Indonesia. Bahkan dominasi asing semakin meluas dan menyebar pada sektor-sektor usaha strategis perekonomian. Dari  semua BUMN yang telah diprivatisasi, kepemilikan asing sudah mencapai 60 persen. Disektor perbankan, pihak asing juga telah menguasai lebih dari 50 persen aset perbankan  nasional. Sekitar Rp1.551 triliun dari total aset perbankan Rp 3,065 triliun dikuasai asing dan  secara perlahan porsi kepemilikan asing itu terus bertambah.
Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=222810:pemerintah-harus-lawan-dominasi-asing&catid

6.    Kedaulatan Kekayaan Negara
Utang Indonesia Sudah Rp 1.900 Triliun, jumlah utang luar negeri Indonesia sampai kwartal I 2011 mencapai 214,5 miliar dolar AS, meningkat 10 miliar dolar AS dibanding posisi akhir 2010. Jumlah tersebut terdiri atas utang Pemerintah sebesar 128,6 miliar dolar AS dan utang swasta 85,9 miliar dolar AS.
Sumber: http://id.berita.yahoo.com/utang-indonesia-sudah-rp-1-900-triliun-pemerintah-042139850.html

7.    Kedaulatan Hukum
Walaupun Republik Indonesia sudah merdeka selama 66 tahun tetapi pedoman hukum negara ini masih menggunakan undang-undang buatan Belanda yang memprioritaskan memihak kepada pemerintah dan praktek-praktek kolonialisme.  Undang-Undang Hukum Pidana, Perdata dan Agraria yang saat ini berlaku adalah warisan dari hukum kolonial Belanda. Kenapa ahli hukum kita yang begitu banyak selama 66 tahun merdeka tidak mampu membuat kitab hukum yang baru.

8.    Kedaulatan Teritorial
Pemerintah Indonesia tidak mampu untuk mempertahankan penyerobotan wilayahnya dalam sengketa Ambalat yang dimenangkan oleh Malaysia dari hasil sidang sengketa di Mahkamah Internasional (2009), kasus sengketa territorial Sipadan-Ligitan, pencaplokan tanah 1400 hektar di Camar Bulan dan 80 hektar di Tanjung Datu oleh Malaysia. Lepasnya Timor Timur membentuk negara sendiri, kenapa kedaulatan teritorial kita begitu dilecehkan dan tingginya campur tangan bangsa asing.

9.    Kedaulatan HAM
Sering kita mendengar begitu banyak pahlawan devisa kita pulang tanpa nyawa dari tempat perantauanya mencari nafkah. Kenapa bangsa lain begitu rendah dan buruk memperlakukan bangsa Indonesia dinegerinya, kenapa pemerintah negara tujuan TKW/TKI kurang perhatian terhadap masalah kasus kriminalitas yang mengenai TKI/TKW kita. 

10. Kedaulatan Mata Uang
Rupiah mudah sekali (rentan) terhadap isu-isu, menyebabkan rupiah terus tertekan dibawah mata uang asing lainnya. Kenapa mata uang rupiah milik dari negeri terkaya didunia malah menjadi nomor tiga terendah nilai tukarnya didunia (perhatikan Rp. 100.000=US$ 11). Aneh bin ajaib ini bisa terjadi pada negara kita.
Sumber: forum.vivanews.com

11. Kedaulatan Energi
Menurut Ikhsanuddin Nursi 95% sektor Minyak Bumi dan Gas Alam (MIGAS) Indonesia dikuasai oleh asing. Kenapa undang-undang penanaman modal, undang-undang migas, dan sederetan regulasi lain di bidang energi beserta anak-anak peraturannya memberikan gambaran betapa lemahnya kedaulatan kita di bidang energi.
Sumber: Lembaga Penelitian dan Penerapan Teknologi Energi (LPPTE)

12. Kedaulatan Pembangunan
Proyek pembangunan seharusnya dijalankan untuk kemakmuran masyarakat malah tidak dapat berjalan karena masalah pendanaan. Misalnya kemana larinya pendapatan pemerintah dari hasil pendapatan dimana tarif jalan tol yang terus menerus dinaikkan yang seharusnya sudah balik modal untuk modal proyek-proyek berikutnya.
Hal tersebut merupakan segelintir masalah kedaulatan yang mengelitik pikiran kita untuk menggugat kebenaran yang kita yakini benar bahwa negeri Indonesia kaya raya kenapa krisis kedaulatan ini bisa terjadi. Tidakkah peribahasa ini cocok dengan yang situasi digambarkan “tikus mati dilumbung padi” cermin kondisi bangsa kita saat ini.

KEEEENNAAPAAA......????????

KERAJAAN AWAL SUNDA NUSWANTARA

SEJARAH & PERADABAN PASCA BENCANA TSUNAMI LEMURIA DAN BERDIRINYA MASYARAKAT & KERAJAAN AWAL SUNDHA NUSWANTARA




Kerajaan Salakanagara, berdasarkan naskah Wangsakerta-Pustaka Rajyarajya Bumi Nusantara diperkirakan merupakan kerajaan paling awal yang ada di Nusantara. Salakanagara dalam sejarah Sunda (Wangsakerta) disebut juga Rajataputra. Salaka berarti perak, sedangkan nagara sama dengan kota, sehingga Salakanagara banyak ditafsirkan sebagai Kota perak, kota inilah yang disebut Agyre oleh Ptolemeus tahun 150 M, terletak di daerah Teluk Lada Pandeglang. Salakanagara awalnya berbentuk suatu masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut, bahkan namanya belum disebut Salakanagara, hanya dipimpin atau dikelola oleh penghulu. Aki Tirem merupakan penghulu dan penguasa kampung setempat. Nama lain Aki Tirem Luhurmulya adalah Angling Dharma dan Wali Jangkung, namun ada pendapat lain bahwa Prabu Angling Dharma lebih tepat pada Raja Dewawarman. Prabu Angling Dharma terkenal sebagai kisah cerita rakyat (folkore) masyarakat Bojonegoro.

Raja pertama Kerajaan Salakanagara adalah Dewawarman. Dewawarman yang merupakan duta dari kerajaan India yang diutus ke Nusantara (Pulau Jawa), kemudian Dewawarman dinikahkan oleh Aki Tirem Luhurmulya dengan puterinya bernama Pwahaci Larasati (orang sunda menyebut Dewi Pohaci), maka setelah Dewawarman menjadi menantu dari Aki Tirem Luhurmulya diangkatlah Dewawarman menjadi Raja I yang memikul tampuk kekuasaan Kerajaan Salakanagara. Saat menjadi Raja Dewawarman I dinobatkan dengan nama Prabhu Dharmalokopala Dewawarman Haji Raksagapurasagara sedangkan Dewi Pohaci diberi gelar Dwi Dwani Rahayu penyerahan kekuasaan tersebut terjadi pada tahun 122 M, dan pada saat itu diberlakukan pula penanggalan sunda yang dikenal dengan Saka Sunda. Rajataputra adalah ibukota Salakanagara yang hingga tahun 326 M menjadi pusat pemerintahan Raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I - VIII). Salakanagara berdiri selama 232 tahun, tepatnya dari tahun 130 M sampai 362 M. Raja Dewawarman I sendiri hanya berkuasa 38 tahun dan digantikan anaknya yang menjadi Raja Dewawarman II dengan gelar Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra.

Kejayaan Kekaisaran Sunda Nusantara yang dimulai dari Kerajaan Salakanagara diperkuat setelah membaca novel sejarah berjudul "Perang Bubat" disana dikemukakan pada dasarnya, hampir semua rumpun yang ada di tanah Jawa ini punya hubungan dengan Sunda. Sang Wretikandayun, pendiri Kerajaan Galuh, berputra Mandi Minyak. Mandi Minyak kemudian menjadi Raja di Bumi Mataram. Putra Mandi Minyak diantaranya adalah Senna. Kemudian Senna ini pun menjadi Raja Mataram. Senna berputra Sanjaya. Sanjaya ini termasuk ksatria keturunan Sunda yang gagah dan pandai berperang. Dia menaklukkan beberapa di wilayah Jawa Tengah. Berhasil menaklukkan kekuatan perompak di Selat Sunda yang di dukung Kerajaan Sriwijaya. Dan pada akhirnya Sanjaya pun berhasil mengalahkan pasukan Sriwijaya yang kala itu di perintah oleh Raja Sriwijaya Kelima.

Bangunan keraton megah yang pertama kali dibuat adalah di Pakuan, bernama Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati. Arsiteknya adalah Maharaja Tarusbawa, Raja Kerajaan Sunda. Keraton Kerajaan Sunda yang kala itu ibu kotanya terletak di Pakuan memiliki arti khusus. Lima bangunan megah yang berjajar yang disebut sebagai mandala, melambangkan kekuasaan Kerajaan Sunda. Mandala pertama disebut sebagai "Sri Bima", melambangkan wilayah kekuasaan Sunda yang ada di Jawa Kulon. Mandala kedua diberi nama "Punta" melambangkan kekuasaan Sunda di sebagian wilayah Sumatra. Mandala ketiga bernama "Narayana" melambangkan kekuasaan Sunda di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mandala keempat bernama "Madura", melambangkan kekuasaan di Madura dan sekitarnya. Kemudian mandala kelima disebut sebagai "Suradipati" melambangkan kekuasaan Sunda yang mencakup Bali dan Nusa Tenggara. Atas pengakuan ini pula, kelak di kemudian hari di Nusantara di kenal wilayah Sunda Besar dan Sunda kecil.

Kerajaan Majapahit yang kala itu menjadi Kerajaan terbesar di Asia Tenggara mengakui asal usul kerajaannya, Prabu Rajasanagara atau lebih dikenal dengan Hayam Wuruk bermaksud untuk meminang Putri mahkota kerajaan Sunda yaitu Dyah Pitaloka Citraresmi, kehendak Sang Raja sempat di cegah oleh Mahapatih Gajah Mada dikarenakan Sumpah Amukti Palapa yang telah terucap oleh Gajah Mada bahwa "Tidak akan makan buah palapa sebelum Nusantara dipersatukan di bawah Majapahit", tapi Prabu Hayam Wuruk mengingatkan kembali bahwa Majapahit ini memiliki riwayat yang panjang, dan kesemuanya bermuara ke tanah Sunda. Sekarang aku beritahu, Sunda itu leluhur kami. Kami harus hormat pada mereka. Mungkin ini jadi masalah berat bagimu. Tundukkanlah seluruh negeri yang ada di Nusantara. Jadikan mereka negeri bawahan Majapahit kecuali Sunda. Dengan mereka, bahkan aku ingin mengentalkan kembali kekerabatan, Itulah sebabnya, aku memutuskan untuk mengambil permaisuri dari tanah Sunda., " Kata Sang Prabu.

Jadi cikal bakal Kekaisaran Nusantara itu berasal dari Kerajaan Salakanagara, dari masa kejayaannya hingga masa keruntuhannya Salakanagara telah melahirkan kerajaan-kerajaan hebat di Nusantara. Sisa-sisa peninggalan berupa Menhir Cihunjura, dolmen, batu magnit, batu dakon, air terjun curug putri, pemandian Prabu Angling Dharma terdapat di Cihunjuran, Citaman, Gunung Pulosari, dan ujung kulon.

Patut disayangkan bahwa telah banyak terjadi penyelewengan sejarah yang disengaja maupun kesalahan dalam menafsirkannya, satu diantaranya yang FATAL adalah NASKAH Pangeran Wangsakerta yang saat itu berada dibawah tekanan penjajah. Kesalahan sangat besar akan berakibat fatal ketika anak bangsa salah memahami sejarah kehidupan negaranya sendiri, patut dipahami bahwa sistem kodefikasi dalam kata-kata merupakan ciri kearifan lokal bangsa Nusantara. Perlu hati-hati dalam memaknai ‘situs atau ‘artefak’. Sebagai contoh; mayoritas anak Indonesia dari tingkat SMP hingga SMA bahkan perguruan tinggi jika ditanya tentang asal kata ‘Majapahit’ akan menjawab bahwa nama itu artinya ‘buah maja yang pahit’. Jika benar nama Majapahit itu dari kata buah maja yang pahit, maka hal tersebut akan menjadi rancu manakala kita harus menguraikan arti dari nama kata atau nama kota seperti Majalengka, Majalaya, Majakerta (Mojokerto), dan sebagainya. Contoh:
  • Majalengka, berasal dari kata ‘Maharaja Alengka’ yaitu masa Prabhu Sindhu La Hyang.
  • Majakerta, berasal dari kata ‘Maharaja Kertanegara’ yaitu masa Prabhu Dharmawangsa.
  • Majapahit, berasal dari kata ‘Maharaja Purahita’ yaitu dijaman Raden Wijaya.
  • Majalaya, berasal dari kata ‘Maharaja Mundinglaya’ yaitu dijaman Prabhu Siliwangi II.

Tatkala menguraikan asal mula kata Sunda, disamping beberapa pendapat serta kemiripan beberapa kata pada beberapa kebudayaan di luar Nusantara, Sunda menurut semiotika serta sistem kodefikasi Nusantara mengandung arti :

Sunda merupakan kependekan dari kata Su dan Ananda yang berarti ‘Su’ mengandung arti ‘kebenaran’, ‘A’ mengandung arti ‘tidak’, ‘Nanda’ mengandung arti ‘bergeming’. Sehingga kata Sunda dapat berarti : Kebenaran yang tidak bergeming atau Kebenaran yang Kokoh. Sunda sama sekali bukan nama suku (etnis) yang tinggal di pulau Jawa, melainkan nama atau sebutan bagi wilayah besar yang meliputi 1/4 dunia, atau sebutan lain dari sebutan Indonesia sekarang. Batas wilayah Sunda diduga merupakan batas wilayah ajaran dari Sundayana.

Menurut cerita yang beredar di kalangan para sesepuh Sunda, runtutan Pa-Ra Buyut dan Rumuhun (Karuhun/Leluhur/Nenek Moyang) perjalanan bangsa Sunda diawali dari daerah Su-Mata-Ra. Mereka membangun kebudayaan selama beribu-ribu tahun di kawasan Mandala Hyang (Mandailing) daerah Ba-Ta-Ka-Ra sampai ke daerah Pa-Da-Hyang (Padang). Pada masa tersebut, para Karuhun telah memeluk ajaran yang disebut sebagai ‘Su-Ra-Yana’ atau Ajaran Surya. Hingga satu masa Gunung Batara Guru meletus habis dan meninggalkan sisa Kaldera yang sekarang menjadi danau yang sangat luas (Danau Toba seluas 100 Km2).

Akibat meletusnya gunung tersebut, diceritakan bahwa dunia tertutup awan debu selama tiga bulan lamanya. Setelah itu, Mandala Hyang beralih ke Gunung Sunda, yang sekarang terkenal sebagai Gunung Krakatau (Ka-Ra-Ka-Twa). Pada saat itu belum dikenal konsep Negara, tapi lebih kepada konsep Wangsa (bangsa). Wilayah Mandala Hyang pada masa itu dikenal dengan sebutan ‘Buana Nyungcung’ karena terletak pada kawasan yang tinggi. Sementara Maya Pa-Da (Jagat Raya) dikenal dengan sebutan Buana Agung/Ageung/Gede dan Buana Alit (Jagat Alit). Kata buana di jaman yang berbeda mengalami metaformosis kata menjadi ‘Banua’ atau ‘Benua’.

Puncak Pertala di Buana Nyungcung Gunung Sunda dijadikan Mandala Hyang, begitu juga dengan gelar Ba-Ta-Ra Guru yang menggantikan petilasan atau tempat yang sudah menghilang. Pada masa ini kehidupan wangsa menunjukan kemajuan yang luar biasa. Perkembangan budaya serta aplikasinya mencapai tahap yang luar biasa. Pada masa itu dicapai berbagai penemuan teknologi darat dan laut. Kemudian daerah ini terkenal dengan sebutan ‘Buana A-ta’ atau buana yang kokoh dan tidak bergeming. Oleh bangsa luar dikenal dengan sebutan ‘Atalan’ (mungkin maksudnya Ata-Land). Kemajuan disegala bidang tersebut terhenti kembali, saat Gunung Sunda meletus (Gunung Ka-Ra-Ka-Twa). Daratan terbagi menjadi dua (Sumatra dan Jawa).

Semua bukti kemajuan jaman wangsa tersebut hilang, tenggelam tidak bersisa, yang tersisa hanyalah sebuah bentuk Ajaran Surayana. Persis kejadian di Batara Guru (Gunung Toba) yang wilayahnya meliputi Pa-Da-Hyang, begtu uga dengan Batara Guru (Sunda) yang wilayahnya meliputi Pa-Ra-Hyang. Ajaran tersebut kemudian dilanjutkan oleh Prabu Sindhu (Sang Hyang Tamblegmeneng, putra Sang Hyang Watugunung Ratu Agung Manikmaya) menjadi Ajaran Sundayana (Sindu Sandi Sunda) yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Perjalanan Prabu Sindu di wilayah Jepang membuat ajarannya diberi nama Shinto yang memuja kepada Sang Hyang Manon (Dewa Matahari atau Na-Ra) bahkan lambang dari ajaran tersebut kemudian dijadikan Bende-Ra bangsa tersebut.

Setelah itu ajaran tersebut menyebar sampai ke daerah India dan menyisir sebuah aliran sungai besar yang membelah sebuah lembah yang dikenal sebagai Lembah Sungai Sindu (orang Barat mengenalnya sebagai Lembah Sungai Hindus), tepatnya di daerah Jambudwipa. Perkembangan ajaran tersebut sangat luar biasa sehingga menghasilkan sebuah peradaban tinggi ‘Mohenjodaro dan Harapa’ yang memiliki kemiripan nama dengan Maharaja-Sunda-Ra dan Pa-Ra-Ha/Hu yang kondisnya persis dengan sebuah tempat di wilayah Parahyangan sekarang ini.

Ajaran Prabu Sindu yang selanjutnya disebut agama Hindu asalnya merupakan ajaran Surayana-Sundayan ( masih tersisa di daerah Bali sekarang), serta Ajaran Sunda Wiwitan yang isinya sama menjadikan Matahari serta Alam sebagai panutan hidup. Perjalanan sejarah kemudian menjadikan ajaran-ajaran tersebut masuk kedalam klasifikasi Animisme dan Dinamisme.
Sampai saat ini masyarakat ditatar sunda masih gamang tentang apa agama Sunda Wiwitan itu. Memang kadang-kadang ada halangan yang terkait dengan masalah keyakinan, terutama ketika suatu keyakinan tersebut dikatagorikan pada istilah animisme dan dinamisme, karena dimata bayangnya menunjuk pada urusan surga dan neraka.
Istilah Sunda Wiwitan memang asyik di “haleuangkeun” dalam lagu-lagu rakyat atau di “padungdengkeun” dalam seminar-seminar atau saresehan. Tetapi mencari dan mengetahui kesejatian dari ajaran ini agak sulit dan nyaris tak diketahui. Mungkin juga masalahnya karena ketertutupan dari para penganutnya, atau ada semacam eliminasi dari kita yang mengaku kaum beragama.

INDONESIA TERPECAH BELAH

INDONESIA TERPECAH BELAH (SEBUAH PERINGATAN)



Djuyoto Suntani, sang penulis buku, menyatakan dalam bukunya paling tidak ada tujuh faktor utama yang akan menyebabkan Indonesia “pecah” menjadi 18 kepingan negeri-negeri kecil di tahun 2015.

Kepingan negeri-negeri kecil itu sendiri menurutnya didirikan berdasarkan atas:
1. Kepentingan rimordial (kesamaan etnis),
2. Ikatan ekonomis (kepentingan bisnis),
3. Ikatan kultur (kesamaan budaya),
4. Ikatan ideologis (kepentingan politik), dan
5. Ikatan regilius (membangun negara berdasar agama).

Kemungkinan ke 18 negara itu antara lain:
1.Naggroe Atjeh Darrusallam : Banda Atjeh
2.Sumatra Utara : Medan
3.Sumatra Selatan : Lampung
4.Sunda Kecil : Jakarta
5.Jamar (Jawa Madura) : Surakarta
6.Yogyakarta : Yogyakarta
7.Kalimantan Barat : Pontianak
8.Kalimantan Timur : Samarinda
9.Ternate Tidore : Ternate
10.Sulawesi Selatan : Makassar
11.Sulawesi Utara : Manado
12.Nusa Tenggara : Mataram
13.Flobamora & Sumba: Kupang
14.Timor Leste : Dili
15.Maluku Selatan : Ambon
16.Maluku Tenggara : Tual
17.Papua Barat : Jayapura
18. Negara Riau Merdeka

Penyebab pertama adalah siklus tujuh abad atau 70 tahun. Dalam bukunya ia menuliskan;
“Seperti kita ketahui, semua yang terjadi di alam ini mengikuti suatu siklus tertentu. Eksistensi suatu bangsa dan negara juga termasuk dalam suatu siklus yang berjalan sesuai dengan ketentuan hukum alam. Dia mengambil contoh Kerajaan Sriwijaya yang berkuasa pada abad 6-7 M di mana waktu itu rakyat di kawasan Nusantara bersatu di bawah kepemimpinannya. Memasuki usia ke-70 tahun kerajaan itu mulai buyar dan muncul banyak kerajaan kecil yang mandiri berdaulat. Alhasil, di awal abad ke-9 nama Kerajaan Sriwijaya hanya tinggal sejarah. Tujuh abad kemudian (abad 13-14 M) lahir Kerajaan Majapahit di Trowulan, Jawa Timur sekarang. Kerajaan besar itu berhasil menyatukan kembali penduduk Nusantara. Namun, kerajaan ini pun bernasib sama dengan Sriwijaya. Memasuki usia ke-70 pengaruhnya mulai hilang dan bermunculanlah kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara. Nama Majapahit pun hilang ditelan bumi. Tujuh abad pasca-jatuhnya Majapahit, di tahun 1945 (abad 20) rakyat Nusantara kembali bersatu dalam suatu ikatan negara bangsa bernama Republik Indonesia (abad 20-21). Tahun 2015 akan bertepatan RI merayakan HUT-nya yang ke-70″.

Salah satu penyebab Indonesia akan pecah di tahun 2015 karena adanya konspirasi dunia. Ada grand strategy global untuk menghancurkan keutuhan Indonesia. Ada skenario tingkat tinggi (konspirasi) yang ingin menghancurkan Indonesia atau bahkan menghilangkan nama Indonesia sebagai negara berbangsa, tegasnya.

Konspirasi global ini, Djuyoto Suntani melihat, terus bergerak dan bekerja secara cerdas dengan menggunakan kekuatan canggih melalui penetrasi budaya, penyesatan opini, arus investasi, berbagai tema kampanye indah seperti demokratisasi, hak asasi manusia, kesetaraan gender, modernisasi, kebebasan pers, kemakmuran, kesejahteraan, sampai pada mimpi-mimpi indah lewat bisnis obat-obatan terlarang dengan segmen generasi muda.

Penyebab utama kelima Indonesia akan”‘pecah” dalam penilaiannya adalah faktor nama. Apa yang salah dengan nama? Ternyata, nama Indonesia sesungguhnya berasal dari warisan kolonial Belanda yakni East-India atau India Timur alias Hindia Belanda. Kalangan tokoh politik Belanda tingkat atas malah sering menyebut Indonesia dengan singkatan: In-corporate Do/e-Netherland in-Asia atau kalau diartikan secara bebas sama dengan singkatan Perusahaan Belanda yang berada di Asia. Pemberian nama Indonesia oleh Belanda memang memiliki agenda politik tersembunyi sebab Belanda tidak rela Indonesia menjadi bangsa dan negara yang besar. Nama orisinil kawasan negeri ini yang benar adalah NUSANTARA, yang berasal dari kata Bahasa Sansekerta Nusa (pulau) dan Antara. Artinya, negara yang terletak di antara pulau-pulau terbesar dan terbanyak di dunia sebab negara kita merupakan negara kepulauan terbesar di dunia.

Bila para anak bangsa tahun 2015 mampu menyelamatkan keutuhan negeri ini sebagai satu bangsa, salah satu opsi adalah dengan penggantian nama dari Indonesia menjadi Nusantara. Nama Nusantara lebih relevan, orisinil, berasal dari jiwa bumi sendiri dan lebih membawa keberuntungan, pesan Djuyoto. Namun, karena perpecahan sudah di ujung tanduk, salah satu agenda dalam membangun komitmen baru sebagai bangsa dalam pandangannya adalah dengan cara (perlu direnungkan) mengganti nama Indonesia menjadi Nusantara. Karena, nama memiliki arti serta memberi berkah tersendiri. Tidak hanya nama Indonesia yang bisa menjadi penyebab negeri ini pecah, nama Jakarta pun ternyata ikut berpengaruh terhadap keutuhan republik ini.

Nama Jakarta, Djuyoto mengungkapkan, memiliki konotasi negatif bagi sebagian besar masyarakat. Bila kita ingin menyelamatkan Indonesia dari ancaman perpecahan serta punya komitmen bersama untuk membawa negara ini menjadi negara besar yang dihormati dunia internasional, maka nama ibukota negara seyogianya dikembalikan kepada nama awalnya yaitu Jayakarta. Nama Jayakarta lebih tepat sebagai roh spirit Ke-Jaya-an Ibukota negara daripada nama Jakarta, sarannya.